Search

Friday, January 3, 2014

Titip Do'a Berbayar

TEMPO.CO, Jakarta--Perencana keuangan dan dewan pembina komunitas @SedekahHarian, Ahmad Gozali mengakui ada kesalahan dalam mencantumkan harga bagi yang ingin menitipkan doa. "Sekali lagi saya akui keteledoran saya yang tidak melakukan cross check secara mendalam krn terburu-buru sblm keberangkatan ke Turki," kata Ahmad Gozali dalam akun twitternya.
Program #TitipDoaBaitullah dikecam gara-gara menetapkan tarif bagi yang ingin didoakan Gozali selama umroh. Setiap orang memberikan sedakah minimal Rp 100 ribu. "Ide awalnya adalah, jadilah donatur kami, akan kami doakan selalu, bahkan sampai ke tanah suci," tulis Gozali. "Namun konsep ini tidak sempurna."
Gozali menambahkan sebagian orang menginginkan untuk didoakan secara khusus di tempat dan waktu yang khusus pula. Program sedekah harian, kata Gozali, memberi kesempatan donatur menitipkan doa kepadanya yang sedang berada di tanah suci. "Nominal tersebut tadinya dimaksudkan sebagai contoh bagi donatur baru dan untuk memudahkan identifikasi program sedekah yang diadakan."
Gozali juga meyakinkan bahwa posisinya kini sedang di Mekkah. Ia menjawab keraguan beberapa orang sempat mempersoalkan posisinya yang tertera di twitter lewat geotagging. "Jadi ini bukan penipuan ya."
Program Sedekahharian menuai kecaman di ranah Twitter. Akun @Sam_Ardi misalnya berkicau, "Apa hubungan doa & minta transferan 100 rebu?" Akun @ravikafifi juga mencuit, "Cari sedekah apa cari duit."  Pun akun @pakd1k berkomentar, "Kok bayar ??? Hmmmmmm." (http://id.berita.yahoo.com/titip-doa-berbayar-ahmad-gozali-akui-salah-014907297.html)
Ini baru salah satu contoh praktek ibadah yang disalahgunakan.., masih banyak tarif ibadah lain yang tidak di ekspose, contohnya saja di beberapa daerah di jawa barat, hampir rata-rata penduduknya mempraktikan "bayaran" untuk setiap orang yang ta'ziah ( kalau tidak ada amplopnya, yaa tidak ta'ziah ).
Ini yang harus ditegaskan kembali oleh MUI, bahwa praktik ibadah berbayar itu masih banyak dilakukan oleh sebagian besar ummat muslim...

Tuesday, July 30, 2013

OPTIMALISASI FUNGSI MASJID di MALAM QODAR

OPTIMALISASI FUNGSI MASJID di MALAM QODAR



Lailatul Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al-Qadar dalam Al Qur'an.
Malam Qodar ini dapat dijumpai di 10 malam yang akhir bulan Romadon. pada saat-saat inilah beberapa umat muslim yang mengerti dan mamahami arti malam Qodar akan mengoptimalkan waktu malam mereka untuk beribadah.
Biasanya untuk mengoptimalkan fungsi Masjid dalam mencari malam qodar, dibarengi dengan niat I'TIKAF yaitu kegiatan sunnah Rosululloh SAW yang harus dikerjakan di dalam Masjid. sehingga dalam satu waktu bisa mendapatkan dua keutamaan.
Dalam memberikan sambutan di sebuah ponpes, Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa “Masjid harus dijadikan sebagai sarana pendidikan baca tulis alquran dan kegiatan pemberdayaan umat. Optimalkan fungsi masjid”, Minggu (28/07). 
SELAMAT MENCARI LAILATUL QODAR.....

Saturday, June 1, 2013


Virus Corona Tidak Menyebar ke Mekkah
Penulis :
23 Mei 2013

Jakarta (Sinhat)-- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengungkapkan, dari informasi yang dia terima dari pemerintah Arab Saudi, virus corona tidak menjalar ke wilayah Mekkah, Madinah, dan Jeddah. Sehingga, ia mengatakan, akan kecil kemungkinan virus tersebut berpengaruh kepada ibadah haji yang akan berlangsung beberapa bulan mendatang.
 
Ia menjelaskan, Kemenag tetap melakukan antisipasi untuk warga negara Indonesia yang pergi ke Arab Saudi untuk beribadah. "Kami akan segera berkoordinasi dengan Kemenkes, khususnya melindungi jemaah umrah Indonesia," kata Anggito saat dihubungi, Kamis, 22 Mei 2013.
 
Dalam wawancara terpisah, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyatakan Kementerian Kesehatan akan terus melakukan antisipasi terkait virus corona yang sedang marak di Timur Tengah.
 
Ghufron menjelaskan, memang sudah ada beberapa warga Arab Saudi yang meninggal dunia akibat virus ini. Untuk mengetahui keadaan di sana, kata Ghufron, Kemenkes akan mengirim tim ke Arab Saudi sebelum musim haji dimulai. Selain itu, setiap kloter jemaah haji yang berangkat, akan disertai dengan dua-empat orang dokter. "Amirul Hajj juga bukan dari Kemenag saja, tapi juga ada dari Kemenkes," katanya.
 
Kemenkes juga akan mengecek kesehatan para calon jemaah haji sebelum berangkat. Selanjutnya, Ghufron menjelaskan, Kemenkes terus mensosialisasikan tentang keberadaan virus ini.
 
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan kekhawatirannya akan virus crona yang saat ini tengah menyebar di kawasan Timur Tengah. Apalagi, kata dia, warga negara Indonesia sering datang ke kawasan itu untuk menunaikan ibadah haji. Dan sampai saat ini, kata Nafsiah, belum ditemukan vaksin untuk virus corona. "Kami mau memberi informasi yang benar bahwa ada ancaman," kata Mboi kemarin.(tempo)

Sunday, May 12, 2013

Biaya Ibadah Haji 2013


Biaya Ibadah Haji Tahun 2013 Turun Rp 1 juta
Biaya Ibadah Haji Tahun 2013 Turun Rp 1 juta
Penulis : Dian Maharani | Senin, 1 April 2013 | 17:18 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Agama RI dan Komisi VIII DPR RI telah sepakat untuk menurunkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).
Tahun 2013, BPIH turun sekitar Rp 1 juta tepatnya sebesar 90 dollar AS. Semula, biaya haji 2012  3.617 dollar AS atau Rp 34.723.200, tahun ini menjadi 3.527 dollar AS atau Rp 33.859.200 dengan asumsi 1 dollar sama dengan Rp 9.600.
Penurunan itu dengan menekan biaya penerbangan dan pemondokan di Mekkah. "Ini komponen penerbangan dan komponen pemondokan rumah di Mekkah. Jadi, selain biaya penerbangan juga biaya pemondokan," terang Menteri Agama Suryadharma Ali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/4/2013).
Kemudian, Komisi VIII juga telah menyepakati tambahan subsidi BPIH menjadi Rp 2,3 triliun dibanding sebelumnya Rp 1,7 triliun. Hal itu diambil dari dana optimalisasi setoran awal jemaah haji Indonesia. Di antaranya subsidi akomodasi di Mekkah dan Madinah, subsidi general service fee, subsidi biaya pendukung operasional, dan subsidi safe guarding.
Dana tersebut akan digunakan untuk meringankan BPIH dalam bentuk subsidi biaya kebutuhan jemaah haji 2013.
"Hal ini penting untuk menjamin kestabilan dan penurunan harga BPIH, dan utamanya untuk kontinuitas penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik," kata Ketua Komisi VIII Ida Fauziyah.
Meskipun biaya diturunkan, Ida mengatakan, pihaknya tetap menekan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.
"Peningkatan baik dalam negeri maupun di Arab Saudi yang meliputi katering, transportasi, akomodasi, kesehatan, dan lainnya," ujarnya.

Thursday, March 28, 2013

HAJI MABRUR



HAJI MABRUR




Firman Alloh dalam surat Ali Imron ayat 97 :

ولله على الناس حج البيت من استطاع اليه سبيلا ...... الأية * سورة ال عمران

 “ Dan bagi Alloh wajib atas manusia haji ke Baitulloh yaitu bagi yang sudah mampu jalannya.”

Dalam sebuah hadits Muslim, Rosululloh SAW bersabda “Wahai manusia, sesungguhnya Alloh telah mewajibkan haji kepada kalian, maka berhajilah”
Indonesia yang mendapatka kuota haji yang cukup banyak dari pemerintah Arab Saudi setiap tahunnya, masih saja para calon haji harus menunggu waiting list  yang bertahun-tahun untuk menjadi Haji yang Mabrur. Ini membuktikan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sudah memenuhi Nisob haji yang memang merupakan kefadholan dari Alloh SWT.
            Abu Huroiroh meriwayatkan, bahwasanya ketika Rosululloh SAW ditanya, “Manakah amalan yang paling utama??” Beliau menjawab, “Iman kepada Alloh dan Rosulnya.” Kemudian ditanyakan lagi “Kemudian apa??” Beliau menjawab, “ Haji yang Mabrur.”
            “Dan berkata Husin (perowi hadits), haji mabrur itu kalau pulang dari haji berhati-hati dalam urusan dunia dan senang dalam urusan akhirat.”
            Haji Mabrur, yang hasilnya luar biasa adalah haji yang dalam mengerjakannya benar-benar sesuai dengan tuntunan Rosululloh SAW. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Al Baihaqi, Rosululloh bersabda “Ambilah dariku (Nabi) tentang ibadah haji kalian, barangkali setelah tahun ini aku tidak melihat kalian……” Jadi kesimpulannya :
  1. orang yang hajinya mabrur ialah orang yang ibadah hajinya sesuai dengan tutunan Rosululloh SAW.
  2. Orang yang hajinya mabrur ialah orang yang ibadah hajinya tidak dicampuri dengan pelanggaran-pelanggaran, tidak dicampuri dengan dosa-dosa.
  3. Orang yang hajinya mabrur ialah orang yang ibadah hajinya dan setelah pulang dari ibadah hajinya selalu mempunyai jiwa senang menolong, hatinya longgar, senang membantu, da mempunyai jiwa dermawan.
  4. Orang yang hajinya mabrur ialah orang yang meningkatkan akhlak budi pekertinya yang luhur, sopan santun dan rendah hati, tata kramanya meningkat yang semua itu ditandai dengan ucapan yang baik dan lemah lembut.
  5. Orang yang hajinya mabrur ialah orang yang sepulang dari haji dalam urusan dunia tambah mutawari’, tambah zuhud, tambah hati-hati, lebih menjaga dirinya tentang halal-harom, haq-bathil, sah-tidak sah, sehingga urusan dunianya tidak mempengaruhi/merusak ibadahnya.

Untuk itu bagi umat Islam yang sudah bisa melaksanakan ibadah haji, semestinya bisa menjadi semakin banyak syukur kepada Alloh agar bisa menjadi haji yang mabrur.

Tuesday, March 19, 2013

LINGKARAN SETAN Vs LINGKARAN MALAIKAT




LINGKARAN SETAN  
Vs
 LINGKARAN MALAIKAT

DI sebuah forum, Wawan (bukan nama sebenarnya), seorang pengusaha mainan anak-anak, mengisahkan masalah berat yang dihadapi tatkala puluhan tokonya mengalami kerugian. Hutang ke supplier menumpuk hingga miliaran rupiah dan tidak dapat dibayar akibat barang yang tersedia di toko sudah tidak diminati pelanggan.  Kesalahan memprediksi kebutuhan pelanggan menjadi penyebab utama dari masalah ini.
 
Ia menghadapi pilihan yang sangat sulit. Kalau puluhan toko ditutup dan semua barang dijual, ia tetap tidak dapat membayar hutang, karena harga jual barang sudah turun drastis. Jika tetap buka, biaya operasional terus meningkat tidak sebanding dengan penjualan yang mengalami penurunan. Kalau barang dagangan ditambah dengan produk baru yang sedang ngetrend, modal tidak punya, pinjam ke bank tidak bisa, apalagi pinjam ke perusahaan pemasok tidak dipercaya lagi.
“Saya tersesat dalam lingkaran setan,” ujarnya.
 
Untunglah dia kemudian berpikir kreatif.  “Karena ini lingkaran setan, maka saya harus mengakhiri dengan menemukan lingkaran malaikat agar terlepas dari kesesatan itu,” katanya mengisahkan pengalaman pahitnya, disambut senyum dan tawa hadirin yang mendengar istilah baru; lingkaran malaikat. Tampaknya hadirin mulai penasaran, ingin tahu seperti apa lingkaran malaikat hingga ia dapat kembali pulih dari kebangkrutan dan bisnis menjadi lebih maju pesat.
 
Wawan melanjutkan kisahnya. Berhari-hari ia mencari solusi bagaimana melepaskan diri dari kesesatan dan menemukan lingkaran malaikat. Namun pikirannya buntu. Tak ada yang dapat diajak diskusi.  Bertanya ke orang lain tak didapat jawaban yang kongkrit. Paling hanya disuruh tawakal, atau malah disalahkan karena tidak mampu memprediksi trend perubahan pasar mainan anak-anak yang berubah sangat cepat.
 
Akhirnya yang ia lakukan kemudian adalah pekerjaan yang semua orang lakukan ketika terbentur kebuntuan, yaitu berdoa, mohon petunjuk dari Yang Maha Kuasa.  Sementara itu pemasok barang dengan gigih terus menagih hutang berkali-kali, meskipun mereka juga tahu pasti bahwa jawabannya tidak memuaskan, hanya janji-janji saja.
 
Kondisi toko makin sepi pembeli. Karyawan makin merosot motivasi kerjanya. Karena motivasi karyawan menurun, toko juga makin bertambah sepi pembeli.  Tak ada jalan lain, kecuali langsung menghadapi pemasok barang.  Saat itu kondisi keuangan sudah sangat parah. Semua mobil sudah dijual, sehingga ia naik angkutan umum dari rumahnya di Bekasi ke daerah Cawang Jakarta Timur. Dari situ ia berjalan kaki ke daerah Tebet, Jakarta Selatan tempat kantor perusahaan pemasok. Jalan kaki sejauh 5 km dalam panas terik pasti bukan peristiwa biasa baginya dan juga bagi kebanyakan orang di Jakarta.
 
Sepanjang perjalanan menuju Tebet itulah ia berdoa agar diberikan jalan keluar dari kemelut bisnis yang tengah ia hadapi. “Ya  Allah hanya Engkau yang bisa menolongku,” ucapnya berulang-ulang. Sampai di lokasi, ia belum juga punya ide apa yang akan ditawarkan ke perusahaan pemasok untuk menyelesaikan semua hutangnya.
 
Manager perusahaan pemasok menerima kehadirannya. Pembicaraan diawali dengan pernyataan manager yang menohok dirinya. “Pak, saya diminta oleh bos saya agar kami tidak memasok barang lagi ke toko Bapak sebelum Bapak menyelesaikan persoalan hutang”, kata manager tersebut.
 
Kalimat pembuka ini terasa membuat situasi bertambah buntu. Namun entah mengapa, justru inilah yang menjadi titik awal ia menemukan lingkaran malaikat.
 
“Begini Pak, saya mengalami kejadian ini bukan karena korupsi, ini semata-mata masalah  kesalahan manajemen. Bapak tahu, kami belum bisa membayar hutang saya. Saat ini saya tidak dapat berjualan karena tidak ada produk yang diminati pasar. Jika Bapak dapat memberi pinjaman lagi, niscaya ada harapan saya bisa  menyicil hutang. Sebaliknya jika tidak dipasok barang, maka perusahaan anda juga rugi karena saya sangat sulit membayar hutang”, urai Wawan.
 
Penjelasan demi penjelasan ia sampaikan. Intinya, dengan memasok produk baru yang sedang diminati pelanggan, toko akan dapat kembali memutar uang, dan cicilan hutang sudah dapat dimulai.
 
Dengan alasan yang logis itulah, manager kembali menyampaikan, “Pak saya tadi dipesan oleh Bos saya agar tidak memasok barang lagi sebelum Pak Wawan membayar hutang. Tapi penjelasan tadi akan coba saya sampaikan ke Bos saya”.
 
Sungguh di luar dugaan ternyata manager langsung menelpon bosnya dan segera menyampaikan beberapa alasan agar bisa segera membantu memasok barang agar ada harapan piutang dapat ditagih secara bertahap. Ajaibnya lagi, bos menyetujui usulan manager.
 
Mulai saat itulah ditemukan lingkaran malaikat yang mampu menyelamatkan bisnisnya. Lingkaran malaikat itu adalah pemasok kembali mengirim barang, selanjutnya toko sudah mulai menjual produk yang sedang ditunggu para pelanggan, dengan penjualan yang berkembang ini, karyawan makin termotivasi bekerja lebih baik dan hutang sudah mulai dicicil. Satu langkah dapat merubah semuanya, bagai langit dan bumi.
 
Jika Anda tengah tersesat dalam lingkaran setan, segeralah cari satu langkah yang dapat membuat lingkaran malaikat. Dan mintalah pertolongan dari  Yang Maha Kuasa.*
*Bambang Suharno*
http://www.majalahinfovet.com/2013/03/lingkaran-setan-dan-lingkaran-malaikat.html

Tuesday, March 12, 2013

NU, MUHAMMADIYAH dan LDII



Saat ini semakin banyak aliran-aliran Islam yang berkembang di indonesia. Ada NU, Muhammadiyah, Persis, LDII, Hizbut Tahrir, MMI, MTA, dan lain sebagainya yang jumlahnya cukup banyak. Namun demikian itu adalah kebebasan beragama yang berada dibawah naungan UUD 45, hanya saja sebagai orang yang menganut salah satu diantara banyaknya aliran tersebut, kita bisa melihat pada fatwa MUI ( sebagai wadah agama islam di Indonesia ) yang menjelaskan tentang 10 kriteria aliran sesat ( yang pernah saya munculkan dalam blog ini ) untuk pandai-pandai menganut agama yang kita pilih. Tentunya berdasarkan sabda Rosululloh SAW Islam akan berpecah belah menjadi 73 golongan dan hanya satu yang masuk sorga, yaitu yang mengerjakan Islam dengan dasar Qur'an dan Hadits yang dikerjakan secara berjamaah..
Dalam kesempatan kali ini saya coba memahami tentang tiga organisasi Islam yang besar, yaitu NU, Muhammadiyah dan LDII.
Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama atau Kebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalah sebuah organisasi Islam besar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.
Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Alquran dan Hadis, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
 Ketika saya browsing di mbah google.., saya melihat suatu kerjasama yang baik antara NU dan LDII diantaranya yaitu :
Artikel yang berjudul "PERLU ADA KERJASAMA ANTARA NU, MUHAMMADIYAH DAN LDII"Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj, kesempatan tersebut adalah awal yang baik bagi LDII, NU, maupun Muhammadiyah. Dia juga mengatakan, jika ada acara, NU dan Muhammadiyah juga akan mengundang LDII.
Diakui KH Said Agil Siroj, pada dasarnya tidak ada masalah di antara ketiga organisasi Islam tersebut. Kalaupun ada, kata dia, hal itu sangat kecil dan parsial, bukan hal yang prinsip.
Dalam kesempatan itu, KH Said Agil Siroj juga mengungkapkan bahwa selama ini ada kelompok yang ingin memecah-belah dengan menebarkan isu negatif di tingkat bawah. “Mulai dari isu dan fitnah yang paling berbahaya. Katanya LDII mengkafirkan orang kalau bukan LDII, itu saya dengar. Itu tidak benar, ternyata saya ketemu dengan  Prof. DR. KH. Abdullah Syam, M.Sc.,  tidak benar itu semua, tapi itu sudah tersebar di level bawah,” paparnya.
Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam mengatakan pihaknya siap menjalin kemitraan dengan NU dan Muhammadiyah. Bahkan, kata dia, kerjasama dengan mereka sudah lama dilaksanakan. “Dulu kita kerjasama dengan PBNU masalah rehabilitasi lahan, masalah-masalah membangun lingkungan,” tuturnya.

Friday, March 8, 2013

MAU JUJUR ATAU TIDAK…???



 MAU JUJUR ATAU TIDAK…???


 Jujur berarti berkata yang benar yang bersesuaian antara lisan dan apa yang ada dalam hati. Jujur juga secara bahasa dapat berarti perkataan yang sesuai dengan realita dan hakikat sebenarnya
Perintah untuk Berlaku Jujur
Dalam beberapa ayat, Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk berlaku jujur. Di antaranya pada firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,
فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ
“Tetapi jikalau mereka berlaku jujur pada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 21)
Banyak orang mengajar kebahagiaan di balik kemegahan materi. Padahal, itu semua hanyalah kesemuan belaka. Kalau ingin bahagia jujurlah. Jujur kepada Allah sebagai hamba-Nya, jangan basa-basi dan jangan setengah-setengah. Jujur sebagai suami maka selalu menjauhi dosa dan memberikan nafkah secara halal dan maksimal.
Jujur sebagai istri maka selalu menjaga kehormatan diri dan harta suami dan benar-benar menjadi tempat berteduh bagi suami. Jujur sebagai pemimpin maka selalu menjunjung tinggi asa musyawarah dan bekerja keras untuk menegakkan keadilan dan memastikan kesejahtraan rakyatnya. Bila kejujuran seperti tersebut di atas terwujud, banyak hikmah yang akan dipetik

5 Keutamaan Hidup Jujur*

Pertama, jujur akan mengantarkan ke surga. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke surga … dan sungguh kebohongan akan mengatarkan kepada dosa, dan dosa akan mengantarkan kepada neraka .…” (HR Bukhari-Muslim).
Berdasarkan ini, jelas bahwa tidak mungkin kebaikan akan datang jika manusia yang berkumpul di dalamnya adalah para pembohong dan pendusta. Bila di tengah mereka menyebar kebohongan maka otomatis dosa akan semakin merajalela. Bila dosa merajalela maka jamainanya adalah neraka.
Kedua, jujur akan melahirkan ketenangan. Rasulullah SAW bersabda, “… maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan kebohongan adalah keraguan .…” (HR Turmidzi). Orang yang selalu jujur akan selalu tenang, sebab ia selalu membawa kebenaran. Sebaliknya, para pembohong selalu membawa kebusukan dan kebusukan itu membawa kegelisahan akibat kebusukannya. Ia akan selalu dihantui dengan kebohongannya dan takut hal itu akan terbongkar. Dan, bila seorang pembohong seperti ini menjadi pemimpin maka ia tidak akan sempat mengurus rakyatnya, karena ia sibuk menyembunyikan kebusukan dalam dirinya.
Ketiga, jujur disukai semua manusia. Abu Sofyan pernah ditanya oleh Heraklius mengenai dakwah Rasulullah SAW.  Abu Sofyan menjelaskan bahwa di antara dakwahnya adalah mengajak berbuat jujur. (HR Bukhari-Muslim).
Rasulullah SAW terkenal sebagai manusia yang paling jujur. Bahkan, sebelum kedatangan Islam, beliau sudah masyhur sebagai orang yang jujur. Orang-orang kafir Makkah pun mengakui kejujuran Rasulullah SAW, sekalipun mereka tidak beriman. Bahkan, mereka memberi gelar al-Amin (orang yang tepercaya) kepada Rasulullah. Selain itu, mereka juga selalu menitipkan barang berharga kepada Rasul SAW.
Keempat, jujur akan mengantarkan pelakunya pada derajat tertinggi. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memohon dengan jujur untuk mati syahid, (maka ketika ia wafat) ia akan tergolong syuhada sekalipun mati di atas kasurnya.” (HR Muslim).
Dan kelima, jujur akan mengantarkan pada keberkahan. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa seorang pembeli dan pedagang yang jujur dalam melakukan transaksi perdagangannya maka ia akan diberkahi oleh Allah. Sebaliknya, jika menipu maka Allah akan mencabut keberkahan dagangannya. (HR Bukhari Muslim). Wallahu a’lam.
Inilah pentingnya berlaku jujur dalam segala hal, terkhusus lagi dalam hal muamalah atau berbisnis. Dalam berbisnis hal ini begitu urgent. Karena begitu banyak orang yang loyal pada suatu penjual karena sikapnya yang jujur. Namun sikap jujur ini seakan-akan mulai punah. Padahal sudah sering kita dengar perilaku jujur dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, dan ulama sholeh lainnya. Mereka semua begitu semangat dalam memelihara akhlak yang mulia ini. Walaupun ujung-ujungnya, bisa jadi mereka merugi karena begitu terus terang dan terlalu jujur.
*Dikutip dari (Dr Amir Faishol Fath/walibarokah.org)